Palas Lawas - Peringatan HUT RI ke 72 tahun 2017 , menjadi momen penting dan berkah bagi 242 dokter dan bidan PTT di Kabupaten Padang Lawas (Palas)
Bagaimana tidak, usai upacara peringatan detik- detik proklamasi Kemerdekaan. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) .para dokter dan bidan PTT secara resmi mengumumkan penyerahaan SK CPNS . Terlihat gambaran diwajah masing-masing bidan menunjukan luapan kegembiraan dan ucapan rasa syukur terlihat di saat
Wabup Palas drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan dokter dan bidan PTT
Di.lokasi lapangan MTsN Sibuhuan ,Kamis (17/8/2017)lterlihat cukup ramai dibandingkan tahun sebelumnya ,dua ratusan perempuan tampak antusiasme dan sibuk dengan raut wajah mereka terlihat gembira ,seolah diburu oleh waktu untuk mengetahui penjelasan secara resmi tentang SK CPNS yang bakal mereka terima dari pemerintah setempat.
Tak jauh berbeda, suasana di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) cukup riuh dari kelumrahan.karena banyak bidan pegawai tidak tetap kesumringahan mendominasi air muka mereka untuk segera mendapakan SK CPNS dimaksud.
Para bidan PTT melalui pengangkatan Kementerian Kesehatan RI, biasa disebut dengan bidan PTT Pusat . mereka pun dengan sabar menanti surat keputusan calon pegawai negeri sipil sebagai pengakuan resmi tentang mutlak berstatus PNS .

Maka, bagi mereka, tujuh belasan terasa betul-betul dipenuhi berkah. Bertahun-tahun mengabdi sebagai bidan di desa, mereka perlu melewati proses yang panjang untuk lolos ujian CPNS.
"Iyalah, pasti berbeda. Kami bersyukur banget mensrima SK CPNS ini ," Yustati Hasibuan bersama sejumlah temannya siti aisyah, jernih sari Nasution,Ummi Kalsum Lubis dan Meri Hafni Hasibuaj serta Lina Hartati
Mereka bidan PTT alumni D III Kebidanan mengungkapkan, rasa syukurnya, sudah 16 tahun mengabdi akhirnya bisa jadi CPNS. "Susah banget jalannya, makanya baru sekarang kami lolos, rezekinya baru sekarang," ujar mereka secara bersamaan .
Sebagai wujud syukurnya, mereka mengaku ,akan menyerahkan gaji pertamanya kepada orangtuanya. "Gaji pertama dikasih ke orangtua. Itu nazar lolos CPNS" tutur Yustati Hasibuan
Plh Kepala Dinkes Palas dr.Ummi Sahara Matondang menyebutkan, dokter dan bidan PTT Pusat yang lolos CPNS sebanyak 242 orang . Dan telah menerima SK CPNS secara simbolis "Kami sudah berupaya mengangkat nasib bidan PTT Pusat, tapi ternyata ada aturan bahwa yang diterima itu ialah bidan yang berusia di bawah 35 tahun. Padahal, bidan yang usianya lebih tua itu rata-rata hasil ujiannya lebih bagus ,tapi tidak diangkat CPNS karena usai melebihi ketentuan dari aturan Kementerian Kesehatan RI, " katanya
Menurut , kata dia, bidan PTT Pusat yang tak lolos CPNS itu akan diangkat menjadi aparatur sipil negara, dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). "Bedanya, P3K ini enggak dapat uang pensiun , ucapnya.
Sebelumnya ,Kabid Pengadaan Pemberhentian Informasi dan Penilaian Kinerja Apatur BKD Palas, Idhamy Pulungan SH disinggung soal kelengkapan administrasi dokter dan bidan PTT yang
menerima SK CPNS. Apakah tidak ada yang bermasalah .
Idhamy menjelaskan, sampai sejauh ini sesuai data yang kita in put melalui SAPK ke pihak BKN Regional VI Medan, belum ada masalah alias telah memenuhi ketentuan administrasi kepegawaian sesuai ketentuan dan aturan yang belaku." untuk kepastiannya kita akan kroscek ke BKN Regional VI Medan untuk mengetahui hasilnya " ungkapnya (Ibnu Nasution)

No comments:
Post a Comment